BAB termasuk potensi wilayah (Mardikanto, 2009). Untuk menghasilkan

BAB IPENDAHULUAN1.1. Latar BelakangKeberhasilan pembangunan pertanian sangat menentukan peningkatan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Hal ini hanya bisa bisa dicapai dengan usaha manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis yang handal sehingga bisa membangun usaha yang bisa membangun usaha dari hulu sampai dengan hilir yang berdaya saing tinggi dan mampu berperan serta dalam melestarikan lingkungan hidup sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan Untuk bantuan yang dibutuhkan dari sistem penyuluhan (Sucihatiningsi, dkk, 2010).Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan yang selanjutnya disebut sistem penyuluhan adalah kesatuan kemampuan pengembangan, pengetahuan, keterampilan, dan sikap pelaku utama dan pelaku usaha melalui penyuluhan. Penyuluhan pertanian, perikanan, kehutanan yang selanjutnya disebut penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama dan pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam akses informasi, teknologi, permodalan, dan sumber daya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha , pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.Penyuluh Pertanian adalah petugas dari Dinas Pertanian kota / kabupaten yang diperbantukan untuk memberikan pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan di bidang pertanian dengan basis administrasi kecamatan. Penyuluh dapat mempengaruhi sasaran melalui perannya sebagai edukasi, inovasi, fasilitasi, konsultasi, supervisi, pemantauan, serta sebagai penasehat petani yang sesuai dengan karakteristik / ciri petani termasuk potensi wilayah (Mardikanto, 2009). Untuk menghasilkan penyuluh yang handal diperlukan pendidikan dan pelatihan dasar guna memperkuat inovasi teknologi pertanian yang telah diciptakan para peneliti pertanian. Hasil akhirnya adalah peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.Kegiatan penyuluhan sebagai suatu sistem pendidikan nonformal semoga bermanfaat bagi para petani dan organisasi yang mandiri dan mandiri. hidup yang lebih layak dan sejahtera bagi keluarga. Melalui penyuluhan pertanian, masyarakat pertanian dibekali dengan ilmu, pengetahuan, keterampilan, pengembangan teknologi dan inovasi baru di bidang pertanian dengan saptausah, menanam nilai atau prinsip agribisnis, mengkreasi sumber daya manusia dengan konsep dasar filosofi rajin, kooperatif, inovatif, kreatif dan sebagainya Yang lebih penting lagi adalah mengubah sikap dan perilaku masyarakat pertanian agar mereka tahu dan mau menerapkan informasi anjuran yang dibawa dan disampaikan oleh penyuluh pertanian.Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sangat berperan penting dalam kelancaran suatu penyuluhan, dimana suatu balai penyuluhan merupakan tempat para penyuluh pertanian melakukan suatu pertemuan dalam menemukan suatu permasalahan yang ada dimasyarakat serta memecahkan atau memberikan solusi dari masalah yang ada di dalam masyarakat atau petani.Untuk meningkatkan efektivitas dari kegiatan penyuluhan dan guna menumbuh dan mengembangkan peran serta petani dalam pembangunan pertanian, maka perlu dilakukan pembinaan terhadap kelompok tani yang terbentuk agar kelompok tani tersebut akan mampu tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memadai dan selanjutnya akan mampu menopang kesejahteraan anggotanya (Mardikanto, 2009). Kelompok tani merupakan salah satu contoh program pemerintah untuk mengaplikasikan pertanian secara berkelanjutan. Kelompok tani secara tidak langsung dapat digunakan sebagai salah satu usaha untuk meningkatkan produktivitas usaha tani melalui pengelolaan usaha tani secara bersamaan. Kelompok tani juga digunakan sebagai media belajar organisasi dan kerjasama antar petani. Dengan adanya kelompok tani, para petani dapat bersama – sama memecahkan masalah yang antara lain. Pemuatan sarana produksi pertanian, teknis produksi dan pemasaran hasil. Kelompok tani sebagai wadah organisasi dan bekerja sama antar anggota memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat tani, sebab segala aktifitas dan permasalahan dalam usaha tani dilaksanakan oleh kelompok secara bersamaan. Kelompok tani adalah kumpulan dari petani-petani yang memiliki tujuan dan keinginan yang sama dalam mencapai keberhasilan usahataninya. Dalam kelompok tani ini ada berbagai macam ciri khas petani.Karakteristik petani adalah ciri-ciri atau sifat-sifat yang dimiliki oleh seseorang petani yang mengalami pola pikir, pola sikap dan pola tindakan terhadap lingkungannya (Mislini, 2006). Ciri-ciri atau sifat-sifat yang dimiliki oleh petani mencakup beberapa faktor atau unsur-unsur yang melekat pada diri seseorang dapat dikatakan sebagai karakteristik petani. Petani memiliki karakteristik yang beragam, karakteristik ini dapat menjadi karakter demografis, karakter sosial dan karakter kondisi ekonomi petani itu sendiri. Karakter-karakter yang dimaksud. Karakteristik yang berbeda sebab perbedaan dalam penerapan teknologi yang akan di produksi hasil pertanian. Karakteristik yang diamati dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan, pengalaman bertani, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan. Hal ini sesuai dengan hasil penelitan Pangerang dan Mudakkir (2014) menyatakan bahwa karakteristik petani adalah ciri khas pribadi yang melekat pada diri petani yang berusaha tani padi sawah antara lain umur, pendidikan, pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan garapan. Kelompok tani Cipta Raharja adalah salah satu kelompok tani yang ada di Desa Cibunut, dimana komoditas bawang merah merupakan salah satu tanaman sayuran yang diusahakan petani disamping tanaman sayuran bawang daun dan kentang. Pada kelompok tani ini didampingi oleh satu orang petugas penyuluh pertanian. Kelompok tani ini berdiri pada tahun 1997 dengan anggota 97 orang, pada tahun 2017 sekarang ini hanya beranggotakan 30 orang.Sejauh ini, anggota yang tergabung dalam kelompok tani Cipta Raharja cukup aktif dalam mengikuti kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tani termasuk mengikuti pertemuan dengan penyuluh pertanian. Keaktifan dari anggota kelompok tani ini terjadi karena kelompok tani. Raharja selalu menerapkan peraturan dalam pelaksanaan setiap kegiatan atau program untuk anggota yang memiliki rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan dari kegiatan atau program yang dilaksanakan. Melihat dari tingkat karakteristik anggota kelompok tani dari pengalaman berusahataninnya mereka cukup berpengalaman karena pada umumnya anggota kelompok tani itu sudah melakukan kegiatan usaha tani pada usia sekitar 20 tahun jadi ketika mereka tergabung dalam kelompok tani Cipta Raharja tidak merasa kesulitam dalam proses setiap program. Namun, jika dilihat dari tingkat pendidikannya anggota kelompok tani tersebut masih rendah.  Berdasarkan uraian pada latar belakangnya, maka penulis tertarik untuk membahas tentang “Analisis Hubungan Antara Karakteristik Petani Dengan Peranan Penyuluh Pertanian (Kecamatan / Desa) Cibunut Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka”.1.2. MasalahBerdasarkan uraian diatas bisa ikutan sebagai berikut :1. Bagaimana peran penyuluh pertanian terhadap Kelompok Tani?2. Apakah ada hubungan antara karakteristik petani dengan peran penyuluh pertanian?1.3. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk:1. Menemukan peran penyuluh pertanian terhadap Kelompok Tani.2. Membuktikan hubungan antara karakteristik petani dengan peran penyuluh pertanian.1.4. Kegunaan Penelitian1.4.1. Aspek Teoritis1. Menambah ilmu pengetahuan tentang peran penyuluh pertanian terhadap kelompok tani.2. Mengembangkan ilmu yang merupakan informasi dari data yang dipakai di lapangan sebagai bahan masukan untuk penelitian selanjutnya.1.4.2. Aspek Guna Laksana1. Penulis, sebagai upaya pengembangan kemampuan khususnya pada kegiatan penelitian yang sangat berguna.2. Pemerintah dan instansi terkait, sebagai bahan masukan dan rujukan dalam mengoptimalkan peran penyuluh pertanian dalam mengembanggkan kelompok tani.3. Kalangan akademis, sebagai tambahan pengetahuan dan informasi untuk penelitian lebih lanjut.4. Menjadi bahan referensi bagi peneliti yang akan melaksanakan penelitian objek yang sama di masa akan datang.1.5. Kerangka Pemikiran Pembangunan pertanian di masa mendatang perlu memberikan perhatian yang khusus terhadap penyuluhan pertanian, karena penyuluhan pertanian merupakan salah satu kegiatan yang strategis dalam upaya perawatan tujuan pembangunan pertanian. Melalui kegiatan penyuluhan, petani diperbaiki kemampuannya agar dapat usahataninya dengan produktif, efisien dan menguntungkan, sehingga petani dan keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan. Meningkatnya kesejahteraan petani dan keluarga adalah tujuan utama dari pembangunan pertanian.Pertanian sebagai sektor penting dalam perekonomian nasional membutuhkan sumberdaya manusia yang berkualitas dan berdaya saing untuk dapat menghadapi berbagai tantangan global, pada saat ini dan di masa yang akan datang. Untuk membangun pertanian menjadi tulang belakang pertanian Indonesia perlu melaksanakan penyuluhan pertanian yang efektif dan efisien.Salah satu upaya untuk menciptakan sumberdaya manusia yang berkualiatas dilakukan melalui penyuluhan pertanian. Oleh karena itu penyuluhan pertanian merupakan salah satu hal yang strategis dalam mencapai tujuan pembangunan pertanian. Penyuluhan pertanian merupakan upaya pemberdayaan petani dan pelaku usaha pertanian lain sebagai sumberdaya pelaku pembangunan pertanian.Kegiatan penyuluhan pertanian mampu memberikan informasi mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pertanian kepada petani, sehingga dapat membantu meningkatkan produksi dan pendapatan mereka. Keberadaan penyuluh pertanian sangat penting bagi petani, suatu usahatani tidak akan berkembang jika tidak ada penyuluh pertanian yang membantu petani memberikan informasi dan melakukan identifikasi – identifikasi terhadap kegagalan usahatani sebelumnya.Peranan dari penyuluh pertanian adalah bagaimana penyuluh pertanian dapat melakukan tugas atau indikator kinerja penyuluh pertanian itu sendiri yang merupakan titik tengah dalam memberikan penyuluhan kepada petani dan akan berperilaku dengan kepentingan kelestarian dari sumber daya alam. Kesalahan dalam memberikan penyuluhan kepada petani akan berdampak negatif dan merusak lingkungan.Seperti peran penyuluh pertanian yaitu edukasi, diseminasi informasi / inovasi, fasilitasi, konsultasi, supervisi, peliputan dan evaluasi, yang akan dijadikan acuan dalam penelitian ini untuk dikaji apakah peran penyuluh pertanian telah memberikan kontribusi kepada kelompok tani dalam kegiatan usahataninya. Petani membutuhkan pendampingan dari penyuluh pertanian dalam pelaksanaan usaha taninya untuk meminimalisir kesalahan yang dilakukan petani, karena petani memiliki karaktetristik yang berbeda-beda yang meliputi umur, pendidikan, urut berusahatani, jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan.Kelompok tani akan semakin meningkat dengan kekuatan yang dimiliki oleh kelompok ini dapat menggerakkan dan mendorong perilaku anggotanya ke arah tujuan kelompok, sehingga kelompok tani tersebut akan berkembang menjadi lebih dinamis. Oleh karena itu penyuluh pertanian sebagai wadah antara kemajuan teknologi dan ilmu pertanian yang semakin berkembang dengan para petani, sehingga terbentuklah dalam suatu kelompok tani sudah seharusnya memiliki dengan penyuluh pertanian.Seperti contoh dalam penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 1.1. Gambar 1.1. Kerangka Pemikiran 1.6. HipotesisBerdasarkan identifikasi masalah dan keputusan, maka hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Diduga ada hubungan antara karakteristik petani terhadap peran penyuluh pertanian”.

x

Hi!
I'm Moses!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out